Sistem Pendeteksi Kebakaran Berbasis IoT Pada Area Dapur Rumah
Keywords:
ESP8266, sensor api, Telegram bot, Internet of Things, DapurAbstract
Kebakaran merupakan hal yang sering terjadi khususnya di Indonesia yang dapat diakibatkan oleh kebocoran gas, pembakaran sampah, korsleting listrik, percikan api atau rokok, dan lain sebagainya. Umumnya permasalahan yang kerap muncul di lokasi kejadian adalah seringnya petugas pemadam kebakaran terlambat datang ke lokasi kebakaran. Kebakaran dapat dianggap sebagai satu diantara berbagai jenis musibah karena sifatnya yang membahayakan lingkungan dan masyarakat serta sulit dikendalikan. Kebakaran merupakan suatu insiden yang dapat membahayakan dan mengganggu kelangsungan hidup manusia, dan dapat terjadi diberbagai tempat seperti gedung, perumahan, dan hutan. Pada saat ini, orang–orang keluar bekerja dari pagi hingga sore hari meninggalkan rumah atau tempat tinggal cukup lama. Sehingga musibah seperti kebakaran kadang tak bisa diatasi saat meninggalkan rumah. Mesikpun demikian, kebakaran pastinya bisa di hindari dan ada banyak caranya. Oleh karena itu dibutuhkan sistem pencegahan pertama atau langkah pertama yang dapat mendeteksi terjadinya potensi kebakaran. Sistem yang digunakan terdiri dari ESP8266, Tatakan ESP8266 agar mudah untuk menjalankanya, sensor api, sensor suhu dan kelembapan DHT11 yang dintegrasikan dengan Intenret of Things menggunakan ESP8266, breadboard, kabel jumper female to female, kabel jumper male to male dan juga buzzer sebagai alarm lokal. Nantinya sensor api dapat mendeteksi api hingga jarak 60 cm, yang nantinya sensor akan dipasang di bagian langit langit dapur. Jika api sudah lebih dekat dengan sensor maka alarm lokal atau buzzer akan berbunyi dan nantinya akan mengirimkan notifikasi ke smartphone kita melalui telegram bot. Lalu ada juga Sensor suhu dan kelembapan yang juga nantinya memberikan notifikasi ke smartphone kita.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alfito Laalah, Angelina Sembel, Marboin Wanimbo, Sri Yanti M Kocu, Muh. Nabil Manggo, Yaligas Heselo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


